Tahun yang penuh dengan bencana di Indonesia berakhir dengan sebuah tanah longsor di Jawa Barat yang merengut nyawa 15 orang korban, sementara 25 orang lainnya hilang, demikian ungkap pihak yang berwajib pada hari Selasa.

Regu penyelamat juga mencari korban yang selamat setelah hujan lebat menyebabkan longsor yang terjadi tak lama sebelum matahari terbenam pada hari Senin sore tersebut.

Regu penyelamat dan pencari korban pun menemukan 15 orang yang meninggal dan masih terus mencari setidaknya sekitar 25 korban jiwa lagi yang masih belum ditemukan, petugas berkata. Hujan yang berkelanjutan, putusnya aliran listrik dan kondisi jalanan yang tidak baik telah mempersulit usaha penyelamatan di kabupaten Sukabumi tersebut, menurut seorang juru bicara pemerintah.

Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho berkata regu-regu pertolongan mendapatkan kesulitan karena jalan-jalan yang sempit dan ambulans pun terjebak kemacetan, menurut laporan berita AFP.

Lombok, Sulawesi, Selat Sunda

Indonesia mengalami berbagai bencana lebih dari biasanya di tahun 2018 kemarin, dengan setidaknya empat kali getaran gempa bumi berkekuatan lebih dari 6,4 skala richter yang terjadi di pulau Lombok pada bulan Juli dan Agustus. Getaran gempa tersebut pun telah menewaskan lebih dari 600 orang sementara puluhan ribu orang lainnya kehilangan tempat tinggal mereka yang hancur oleh karena gempa.

Pada akhir September, gempa berkekuatan 7,5 skala richter menyebabkan gelombang tsunami setinggi empat sampai tujuh meter yang menghancurkan kota Palu di Sulawesi Tengah. Kombinasi gempa dan tsunami ini menewaskan setidaknya 2.256 jiwa, yang membuat bencana tersebut gempa paling parah di Indonesia semenjak 2006.

Kemudian pada tanggal 22 Desember, wilayah-wilayah di sekitar Selat Sunda, yang terletak antara Provinsi Banten di pulau Jawa dan provinsi Lampung di pulau Sumatra, dihantam oleh tsunami yang terjadi karena letusan dan runtuhnya sebagian dari Anak Krakatau, sebuah gunung berapi dibawah laut. Setidaknya 437 orang meninggal dan lebih dari 14.000 lainnya luka-luka.

Badan PBB yang menangani masalah kemanusiaan, OCHA, berkata bahwa lebih dari 40.000 orang telah kehilangan tempat tinggal mereka dan diungsikan oleh karena bencana di Selat Sunda tersebut.

Original: Landslide on NY’s Eve ends Indonesia’s year of disasters