Uskup Agung Jakarta telah menyuarakan penolakan penggunaan kantong plastik sekali pakai untuk membantu negara dalam menangani masalah limbah plastik.

Uskup Agung Ignatius Suharyo menghimbau kepada seluruh umat Katolik di Indonesia melalui sebuah pesan video yang ditunjukkan di seluruh paroki di penjuru tanah air mulai tanggal 5-6 Januari, Crux Now melaporkan.

Suharyo berkata bahwa umat Katolik cemas karena Indonesia telah menjadi negara penghasil sampah plastik terbesar kedua di dunia.

Pada bulan Juni 2015, Paus Francis menegaskan pentingnya perlindungan terhadap lingkungan, yang mana digaris-bawahi kembali oleh sang uskup agung Jakarta, yang juga meminta produsen pangan untuk berhenti memasukkan Styrofoam dalam kemasan makanan mereka.

Data-data dari beberapa kelompok pecinta lingkungan mengindikasikan bahwa Indonesia menangani sekitar 64 juta ton sampah plastik setiap tahunnya, dengan 3,2 juta ton diantaranya dibuang ke laut. Hampir 11 persen dari jumlah keseluruhan limbah plastik di Indonesia dihasilkan di ibukota Jakarta.

Pihak yang berwajib di seluruh penjuru Indonesia telah mencoba berbagai macam cara untuk mengurangi penggunaan plastik serta meningkatkan daur ulang. Pada bulan April 2018, kota Surabaya menjalankan sebuah kampanye pelestarian lingkungan dimana penumpang bus bisa mendapatkan tumpangan gratis untuk setiap 18 kantong atau botol plastik yang mereka kumpulkan.

Original: Archbishop urges Indonesians to cut back on plastic bags