Kelompok Islam ekstrimis Abu Sayyaf telah mengeluarkan sebuah video yang menunjukkan seorang WNI – yang telah disandera oleh mereka semenjak September lalu – memohon untuk dilepaskan, kabarnya merupakan sebuah rekaman permintaan tebusan sebesar empat juta peso (US$76.324) dari majikan sang pria yang disandera tersebut.

Samsul Sangunim yang diculik oleh beberapa pria bersenjata di pesisir pantai Pulau Gaya di wilayah negara bagian Sabah, Malaysia, terlihat dalam video tersebut berada dalam sebuah lobang yang digali di tanah dengan kedua tangan yang terikat. Pihak yang berwajib setempat telah mengkonfirmasi keaslian dari video yang dimaksud yang dipercayai telah dikirim kepada majikan Sangunim.

Cuplikan video berdurasi sekitar dua menit lebih tersebut menunjukkan Sangunim berkata “tolong saya boss, tolong saya boss, tolong saya …” dalam logat Melayu.

WNI tersebut diculik pada tanggal 11 September beserta seorang teman kerjanya yang bernama Usman Yusof, namun sang teman berhasil melarikan diri dari penyandera mereka pada tanggal 5 Desember dan dia pun telah bertemu kembali dengan keluarganya di Indonesia.

Polisi belum mengatakan apakah permintaan tebusan tersebut akan dibayar. Abu Sayyaf yang berbasis di selatan Filipina, merupakan sebuah kelompok teror yang saat ini juga dipercayai tengah menyandera tiga orang lainnya selain Sangunim.

Original: Video of Abu Sayyaf hostage believed to be a ransom demand