Seorang wanita Indonesia yang ditahan selama tujuh bulan oleh departemen Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) akhirnya dilepaskan pada Jumat lalu.

Pada tanggal 25 Januari, Etty Tham, 53, dilepaskan setelah ditahan selama lebih dari tujuh bulan, Fosters melaporkan. Tham ditangkap pada tanggal 27 Mei 2018 di sebuah pos pemeriksaan imigrasi sekitar 90 mil di sebelah selatan perbatasan Kanada.

Tham begitu senang dilepaskan karena dia telah merindukan keluarganya. Anak perempuannya yang bernama Anita telah diberitahukan mengenai kabar dilepaskannya Tham, yang merupakan seorang etnis Tionghoa beragama Kristen yang melarikan diri dari Indonesia pada tahun 2000 oleh karena lingkungan di Indonesia yang saat itu tidak bersahabat terhadap kaum minoritas disana.

Dia kemudian tinggal di Portsmouth, New Hampshire selama hampir 20 tahun dengan visa turis yang sudah habis masa berlakunya dan selama itu kegiatannya adalah menjaga cucu-cucu nya, sebelum dia ditangkap oleh ICE.

Pengacara Tham yang bernama William Hahn berkata bahwa kasus klien nya “dipercepat jadwalnya” oleh hakim, yang mendorong pemerintah untuk segera melepaskannya.

Menantu laki-laki Tham yang bernama Mike Lockhardt berkata keadaan yang terjadi telah menjadi sesuatu yang begitu sulit bagi keluarga Tham, yang memiliki dua orang anak perempuan.

Menurut Tham, dia tidak diijinkan meninggalkan New England selama lebih dari 48 jam dan akan terus dimonitor dengan sebuah gelang elektronik, yang merupakan kondisi pembebasannya.

Original: Indonesian woman released by ICE after seven months