Seorang dokter kandungan asal Taiwan berusia 61 tahun telah didakwa oleh Kantor Kejaksaan Umum Taoyuan pada hari Kamis setelah dokter tersebut diduga memperkosa seorang pekerja migran Indonesia berusia 30 tahun yang sedang tidak sadarkan diri karena dibius ketika wanita hamil itu mendatangi sang dokter untuk mengaborsi kandungannya pada bulan April tahun lalu.

Pelaku pria tersebut, yang merupakan seorang ahli kebidanan dan kandungan serta memiliki sebuah klinik di daerah Zhongli di Taoyuan, sebelumnya telah dicurigai memiliki hubungan perselingkuhan oleh sang istri, yang pada April 2018 memasang sebuah kamera keamanan melalui sebuah lubang kecil dalam ruang konsultasi di klinik suaminya dengan maksud untuk memergoki sang suami saat berselingkuh, The Liberty Times melaporkan.

Sang istri juga melaporkan bahwa pria tersebut kasar di dalam rumah tangga mereka.

Bukannya menemukan simpanan sang suami, istri dokter itu dikagetkan ketika mendapati suaminya telah melecehkan seorang pasien asal Indonesia secara seksual, yang saat itu telah dibius sebelum kandungannya diaborsi oleh sang dokter.

Video yang dimaksud memperlihatkan bagaimana pelaku membius wanita Indonesia tersebut sebelum dia meminta asisten nya, yang merupakan anak perempuan nya sendiri, untuk keluar dari ruangan.

Video tersebut kemudian menunjukkan sang dokter memperkosa pasiennya yang masih terus dalam keadaan tidak sadar selama diperkosa. Setelah selesai memperkosa korban, pelaku kembali menyuntikan tambahan obat bius pada wanita itu sebelum melanjutkan dengan operasi aborsi pada kandungan korban.

Sang istri yang marah setelah melihat video tersebut pun segera melaporkannya kepada polisi dan menuntut agar suaminya dihukum karena melakukan tindak pidana malpraktek berdasarkan undang-undang pasal 21 mengenai apoteker di Taiwan. Undang-undang yang dimaksud mengharuskan setidaknya dua orang spesialis untuk hadir ketika seorang pasien dibius total.

Klinik yang telah populer di kalangan migran yang membutuhkan aborsi untuk kehamilan yang tidak diinginkan tersebut pun akhirnya tidak laku dan tutup pada Oktober 2018, tak lama setelah kasus ini terkuak.

Sementara itu, apabila terbukti bersalah melakukan hubungan seksual dengan melibatkan obat terlarang, pelaku dapat dijatuhi hukuman penjara paling sedikit tujuh tahun.

Original: Gynecologist charged with raping sedated Indonesian patient