Sebanyak enam pekerja migran Indonesia dilaporkan terjebak di Suriah setelah dijanjikan kesempatan untuk bekerja di Timur Tengah.

Sekelompok pekerja tersebut awalnya dijanjikan pekerjaan di Abu Dhabi di Uni Emirat Arab, namun mereka kemudian dikirim ke sebuah shelter milik seorang warga negara Suriah dimana mereka menjadi korban kekerasan, tempo.co melaporkan.

Yanti, 45, asal Malang, akhirnya melaporkan hal tersebut setelah berhasil melarikan diri dari Aleppo. Dia berkata bahwa dirinya berada di daerah yang hancur karena perang tersebut bersama dengan sembilan orang lainnya selama lima bulan sebelum dia berhasil kembali ke Indonesia pada akhir tahun lalu. Dia menambahkan bahwa video-video yang menjajikan kondisi-kondisi baik kepada para calon pekerja adalah palsu dan dia hanya berhasil kembali ke Indonesia oleh karena kehamilannya.

Departemen Tenaga Kerja setempat di Kabupaten Malang mengakui dalam sebuah pernyataan bahwa para pekerja yang dimaksud benar merupakan pekerja migran ilegal dan pihaknya telah mengeluarkan sebuah moratorium pengiriman pekerja ke Timur Tengah.

Sukardi, seorang petugas di departemen tersebut, berkata tidak ada satupun dari sanak saudara para korban yang melaporkan kasus ini, yang menyebabkan pihak yang berwajib tidak mengetahui situasi tersebut.

Dia menambahkan bahwa informasi mengenai bagaimana para korban bisa sampai di Timur Tengah sangatlah terbatas dan pihak yang berwajib saat ini sedang menantikan sebuah laporan resmi sebelum mengambil tindakan lanjut. Departemen yang bersangkutan juga sedang mencari perusahaan serta sponsor yang mengirim para pekerja migran itu ke Suriah secara Ilegal.

Original: Six Indonesian migrant workers stuck in Syria