Sebanyak 15 wanita asing dan tiga orang pria ditangkap oleh beberapa petugas dari Departemen Imigrasi Malaysia dalam penggerebekan di sebuah rumah bordil 24 jam di daerah Petaling, Selangor, Malaysia pada Selasa malam.

Setelah dilakukan investigasi selama beberapa bulan, pada pukul 7 malam tanggal 21 Februari, 11 petugas imigrasi menggerebek lokasi yang terletak di Bandar Puteri Puchong tersebut, yang didapati memiliki sistem keamanan yang hebat, dengan pintu yang dikendalikan dengan remote kontrol serta begitu banyaknya kamera CCTV, China Press melaporkan.

Lima belas wanita asal Vietnam dan Indonesia ditangkap atas tuduhan memberikan layanan prostitusi, sementara tiga orang pria – seorang warga negara Malaysia yang dipercayai sebagai manajer dari rumah bordil itu serta dua orang pegawai asal Myanmar – juga telah ditangkap.

Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa rumah bordil tersebut mengenakan biaya sebesar 178 ringgit (US$44) pada setiap pelanggan untuk setiap sesi layanan seksual yang berdurasi 45 menit, dan mereka beroperasi selama 24 jam sehari serta menggunakan WeChat untuk berkomunikasi dengan pelanggan. Menurut laporan yang ada, pelanggan mereka rata-rata adalah warga negara asing dan kebanyakan datang dari Belgia, Iran, Jepang dan Korea Selatan.

Para pekerja seks komersial tinggal di lantai dua, disembunyikan dibalik sebuah cermin untuk menghindari pemeriksaan petugas kepolisian. Kedua pekerja pria bertugas untuk berjaga-jaga dan memperingatkan para PSK dan pelanggan apabila terjadi masalah seperti penggerebekan, sebelum mereka kemudian mematikan seluruh lampu ketika petugas memasuki lokasi tersebut.

Seluruh wanita yang ditangkap berstatus antara tidak memiliki dokumen identifikasi yang sah atau telah melewai masa ijin tinggal di negeri tersebut. Mereka saat ini sedang diperiksa berdasarkan UU Anti Perdagangan Manusia dan Anti Penyelundupan Migran Tahun 2007, sementara 11 orang pelanggan yang ditemukan di TKP saat itu juga telah dimintai keterangan untuk membantu pemeriksaan kasus tersebut.

Original: Malaysian authorities raid 24-hour brothel