Polisi telah menangkap empat orang satpam sementara terus mencari tujuh tersangka lainnya dalam kasus pemukulan yang berakhir dengan kematian terhadap dua orang pria yang terjadi di Universitas Negeri Medan, Sumatra Utara pada minggu lalu.

Dua warga Siodorejo di Mean Tambung, Medan, yang bernama Jhony Fernando Silalahi dan Steven Sihombing, memasuki areal universitas tersebut pada 19 Februari dengan menggunakan sebuah sepeda motor, The Jakarta Post melaporkan.

Keduanya dituduh mencuri helm kepunyaan dua orang lain yang telah melaporkan kepada beberapa petugas keamanan kampus mengenai dugaan pencurian tersebut.

Ketika kedua korban hendak meninggalkan kampus, empat orang satpam menghentikan mereka dan meminta surat-surat registrasi motor, namun mereka tidak dapat menunjukkannya.

Para satpam tersebut dilaporkan mencoba untuk memeriksa motor itu untuk melihat apakah helm yang hilang ada dalam motor tersebut, namun kedua pria pengendara motor yang dimaksud tidak mengijinkannya. Kedua korban kemudian diborgol lalu kemudian dipukuli. Pihak berwajib mengatakan bahwa salah seorang korban tewas ditempat, sementara yang seorang lainnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Video pemukulan yang dimaksud pun telah menjadi viral di Internet.

Polisi berkata beberapa orang saksi mata dalam kasus tersebut, termasuk dua orang mahasiswa yang mengaku kehilangan helm, telah dipanggil untuk dimintai keterangan. Menurut Kepala Unit Kriminal Kepolisian Medan Putu Yudha Prawira, beberapa tersangka dalam kasus tersebut merupakan mahasiswa dari universitas yang bersangkutan.

Empat orang satpam, M. Arya Prasta, 22, Bagus Prayetno, 18, M. Abul Kadir, 21, dan Feri Zulham, 26, dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Mereka pun akhirnya mengakui pemukulan tersebut.

Keempatnya telah dituntut atas tuduhan pemukulan yang menyebabkan kematian dan apabila terbukti bersalah dapat dijatuhi hukuman maksimum 13 tahun penjara.

Original: Police hunt for 7 suspects over fatal bashings