Polisi Malaysia menyelamatkan 13 wanita asal Vietnam dan Indonesia pada Minggu larut malam, yang menurut laporan merupakan korban dari eksploitasi seksual yang dilakukan oleh sebuah komplotan di Johor.

Para wanita yang masing-masing berusia antara 20 sampai 30-an tahun tersebut ditemukan dalam sebuah peti kemas yang telah dimodifikasi menjadi sebuah rumah bordil yang terbagi menjadi 12 kamar, dimana mereka dipaksa untuk melayani seks bagi para pelanggan.

Petugas polisi dari Divisi Anti Perdagangan Manusia dan Penyelundupan Migran Bukit Aman menggerebek lokasi tersebut, yang terletak di Jl. Tanjung Kupang di Gelang Patah, Johor tak lama sebelum tengah malam pada tanggal 17 Februari.

Sebelas wanita berasal dari Vietnam dan dua dari Indonesia, China Press melaporkan.

Di lokasi yang dimaksud, polisi pun menangkap seorang pria lokal berusia 45 tahun, yang dipercayai sebagai pemilik tempat tersebut, beserta dengan dua orang kaki tangan – seorang warga negara Malaysia dan seorang pria asal Kamboja. Petugas juga menyita uang tunai sebesar 28.050 ringgit (US$6.888), dua buah telepon genggam, 107 buah kondom dan sebuah buku catatan berisi informasi transaksi harian, sebagai barang bukti.

Dua orang pria Indonesia dan dua orang pria asal Bangladesh juga ditangkap karena terlibat dalam aktivitas seksual terlarang.

Pemeriksaan awal menemukan bahwa komplotan tersebut telah aktif di daerah itu selama empat bulan dan mereka menargetkan pekerja bangunan disana dengan menawarkan kepada mereka layanan seks semurah 80 ringgit (US$20) per transaksi nya.

Para tersangka saat ini ditahan di Markas Besar Kepolisian Daerah Iskandar Puteri, dimana mereka harus melalui proses pemeriksaan menurut undang-undang anti perdagangan manusia dan penyelundupan migran Malaysia tahun 2007.

Original: Vietnamese women rescued from ‘container brothel’