Sebanyak 16 etnik Rohingya asal Myanmar dan empat WNI ditangkap diperairan Kuala Selangor pada Senin dini hari, atas dugaan mencoba untuk memasuki negara Malaysia secara ilegal, sementara tiga pria Indonesia yang dipercayai sebagai anggota dari sebuah sindikat perdagangan manusia juga ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pada hari Senin pukul 2:30 pagi, sejumlah petugas dari Kepolisian Laut Selangor serta Divisi Anti Perdagangan Manusia dan Penyelundupan Migran Bukit Aman mencegat sebuah kapal yang mencurigakan yang diduga sedang menuju ke muara sungai Kuala Selangor, China Press melaporkan.

Sebanyak 20 migran gelap ditemukan dalam kapal yang dimaksud, 16 diantaranya merupakan etnik Rohingya asal Myanmar yang terdiri dari sembilan orang pria, enam orang wanita dan seorang anak berusia empat tahun. Selebihnya adalah warga negara Indonesia, tiga orang pria dan seorang wanita.

Para migran gelap ini diduga menaiki sebuah kapal di Medan, Sumatra Utara, dan melakukan perjalanan dua hari dua malam sebelum tiba di perairan lepas Kuala Selangor.

Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa para etnik Rohingya tersebut, yang sebelumnya tinggal di sebuah kamp pengungsi PBB di Aceh, melarikan diri dari kamp itu karena tidak ada pekerjaan bagi mereka.

Masing-masing WNI membayar sindikat yang dimaksud sebesar 1 juta rupiah sementara para etnik Rohingya kabarnya dikenakan biaya tiga kali lipat dari harga tersebut per orang nya.

Seluruh tersangka dan migran gelap ini pun ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut berdasarkan beberapa undang-undang di Malaysia yang mengatur tentang anti perdagangan manusia, anti penyelundupan migran, serta keimigrasian.

Original: Migrant smuggling syndicate busted