Seorang wanita lokal berusia 49 tahun dipenjara selama tiga bulan dan dua minggu oleh sebuah pengadilan di Singapura pada hari Senin setelah wanita tersebut mengaku bersalah atas dua buah tuduhan telah melukai serta satu tuduhan mengancam pekerja rumah tangganya yang berasal dari Indonesia dan berusia 23 tahun antara Mei-Agustus 2016.

Lee Siew Choon, seorang karyawan administrasi, mempekerjakan wanita Indonesia bernama Yani tersebut mulai tanggal 24 Mei 2016 di apartemen nya yang terletak di Blok 353, Jl. Kang Ching, Jurong Barat. Menurut laporan yang ada, Yani harus bekerja sekitar 19 jam sehari, mulai dari pukul 5.25 pagi sampai tengah malam, Shin Min Daily News melaporkan.

Pengadilan mendapati bahwa korban tidak diberikan hari libur dan dilarang berkomunikasi dengan orang lain di luar rumah sang majikan dan dia bahkan tidak diijinkan memiliki sebuah telepon genggam.

Majikan tersebut kabarnya tidak pernah puas dengan kerja Yani dan selalu melakukan tindakan kekerasan terhadap sang pekerja sejak awal dia mulai bekerja.

Menurut laporan, Lee terkadang mencubit pekerja itu pada lengan dan bagian belakang tubuhnya sebagai hukuman setiap kali Yani melakukan kesalahan. Tersangka juga memerintahkan korban untuk tutup mulut mengenai perlakuan buruk tersebut.

Pada suatu kesempatan Lee juga mengancam Yani dengan menempelkan sebuah pisau dapur pada bagian wajahnya karena Yani tidak mematuhi cara majikan memotong bawang.

Suatu ketika, saat pekerja itu membersihkan rumah, tersangka mencubit wajah dan lengan korban dengan keras dan tanpa henti selama korban melakukan pekerjaannya tersebut.

Kemudian pada 1 Agustus pagi hari, tersangka menjadi sangat marah terhadap korban karena tidak membuka jendela saat mengeringkan pakaian pada gantungan dalam kamar.

Majikan itu meninju sang pekerja pada bagian mata kiri, yang menyebabkan penglihatan korban menjadi buram. Tersangka melanjutkan dengan mengambil sebuah tiang kayu dan memukulkannya pada lengan Yani, sebelum kemudian dia mencubit tangan kiri korban.

Ketika Lee Siew Choon meninggalkan rumah untuk bekerja siang itu, Yani mengambil kesempatan untuk melarikan diri dan seorang yang dia temukan di jalan memberikannya sejumlah uang logam yang dia gunakan untuk menghubungi polisi melalui sebuah telepon umum di sebuah pasar terdekat.

Pemeriksaan medis memastikan beberapa bekas luka lama pada seluruh bagian perut nya, serta beberapa bekas luka pada bagian pinggang belakang dan kedua lengannya. Pada bulan Agustus tahun lalu, korban juga masih memiliki bekas luka yang masih terlihat jelas.

Sebelum dijatuhi hukuman oleh pengadilan, majikan itu telah memberikan sang pekerja uang ganti rugi sebesar S$6.828 (US$5.065).

Original: Woman jailed for abuse and threatening worker