Seorang remaja putri asal Indonesia berusia 16 tahun, yang melarikan diri dari sebuah rumah bordil di Malaysia, lalu kemudian dipaksa bekerja di sebuah rumah bordil lainnya, akhirnya berhasil diamankan oleh pihak yang berwajib pada awal bulan ini.

Berdasarkan pemeriksaan dan kesaksian remaja tersebut, petugas dari Divisi Anti-Perdagangan Orang dan Penyelundupan Migran Bukit Aman menggerebek sebuah lokasi di Bandar Baru Ampang, dimana mereka menyelamatkan dua remaja putri asal Indonesia, yang keduanya berusia 16 tahun dan diduga dikendalikan oleh sebuah sindikat dan dipaksa untuk melakukan prostitusi, China Press melaporkan.

Menurut Maszely Minhad, asisten direktur utama dari divisi yang bersangkutan, salah seorang dari korban, yang telah dijanjikan pekerjaan di Malaysia oleh sebuah agensi tenaga kerja, langsung dibawa ke rumah bordil ketika ia baru saja tiba di Kuala Lumpur, lalu kemudian ia dipaksa bekerja sebagai pelacur di rumah bordil tersebut.

Remaja tersebut kemudian dibantu melarikan diri oleh seorang wanita Indonesia lainnya, namun ternyata malah dikirim ke rumah bordil yang lainnya.

Dua orang pria asal Pakistan dan dua wanita Indonesia, masing-masing berusia antara 28 sampai 33 tahun, telah ditangkap atas dugaan memaksa para korban wanita melakukan tindakan prostitusi, yang merupakan pelanggaran terhadap UU Anti-Perdagangan Manusia dan Anti-Penyelundupan Migran Tahun 2007 Pasal 14.

Original: Underage Indonesians rescued from brothel