Pihak berwenang di Indonesia telah menyatakan bahwa ada kemungkinan jumlah orang yang masih terjebak dalam tambang ilegal yang runtuh di Sulawesi Utara bisa mencapai 100 orang, dan sampai saat ini jumlah korban meninggal telah mencapai sembilan orang.

Sejak runtuhnya tambang tersebut pada 26 Februari, usaha-usaha penyelamatan terus tersendat oleh karena gabungan beberapa kendala seperti medan yang curam, poros penambangan yang sempit, serta kondisi tanah yang tidak stabil, AFP melaporkan.

Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, berkata bahwa jumlah pekerja tambang yang masih terperangkap masih belum bisa dipastikan oleh karena para penyintas memberikan angka yang berbeda-beda mengenai jumlah orang yang terjebak dalam tambang yang runtuh tersebut – ada yang mengatakan 30, 50 dan bahkan 100.

Awalnya regu penyelamat melakukan operasi pencarian korban dengan menggali tanah disekitar tambang tersebut memakai tangan mereka, namun minggu lalu akhirnya sanak saudara para korban yang masih terjebak memberikan ijin untuk para penyelamat menggunakan mesin-mesin berat.

Mereka telah membersihkan reruntuhan dari pintu masuk salah satu lubang tambang beberapa waktu yang lalu namun tidak menemukan korban sama sekali.

Tambang-tambang ilegal telah menjadi masalah di Indonesia yang kaya akan mineral, dimana seringkali standar keamanan tidak dihiraukan di tambang-tambang ilegal tersebut.

Original: Miners may still be trapped in Indonesia