Sebanyak 17 orang mengalami luka-luka ketika sebuah kereta penumpang tergelincir keluar dari jalurnya di Bogor pada 10 Maret. Pemeriksaan atas kecelakaan ini pun segera dilakukan oleh pihak berwenang.

Pada 10 Maret sekitar pukul 10:15 pagi, kereta dengan nomor 1722 jurusan Jakarta – Bogor tergelincir keluar dari jalurnya setelah melewati stasiun Cilebut, The Jakarta Post melaporkan. Kereta itu dikabarkan keluar jalur di daerah dekat Kebon Pedes, sekitar 10 kilometer dari Bogor.

PT. Kereta Commuter Indonesia (KCI), yang mengoperasikan kereta tersebut, mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa para korban cidera telah dibawa ke RS Salak Bogor untuk pengobatan medis. Pernyataan tersebut juga menyatakan tidak ada warga negara asing yang menjadi korban luka-luka, sementara jumlah seluruh penumpang dalam kereta tersebut masih belum dapat diungkapkan.

Sementara itu, sebuah tim investigasi telah dibentuk oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memeriksa penyebab keluarnya kereta dari jalur.

Menurut Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono, akan memakan waktu dua bulan untuk menyelesaikan investigasi tersebut, mengingat kemungkinan diperlukannya sebuah pemeriksaan secara terperinci.

Pada 11 maret sebelum pukul 1:50 dini hari, kereta yang bersangkutan telah dipindahkan dari jalur yang dimaksud dan dibawa ke depot jalur kereta Bogor untuk perbaikan.

Operasi kereta pun kembali berjalan pada pukul 5 pagi di hari yang sama dengan satu jalur saja yang digunakan. Alhasil, hanya setengah dari jumlah kereta yang dijadwalkan berangkat dapat meninggalkan stasiun Bogor. Para pengguna kereta api dihimbau untuk menyesuaikan waktu keberangkatan mereka mengingat rute jurusan Bogor akan ramai penumpang.

Original: Almost 20 injured when train derails in Bogor