Perubahan luar biasa dapat terjadi dalam dua tahun saja. Pada tahun 2017 raksasa perbankan Amerika Serikat JP Morgan menyatakan bahwa sektor ini tidak lebih dari sebuah penipuan. Bulan lalu mereka mengumumkan akan meluncurkan “token digital” sendiri.

Berita tersebut mengirimkan lebih dari sebuah getaran antisipasi ke seluruh sektor fintech, dan setelah pengumuman tersebut – tepat atau tidak, dibuat pada Hari Valentine – berbagai harga mata uang kripto pun meningkat. Bitcoin, mata uang kripto pertama dan terbesar, serta masih di peringkat nomor satu di pasar aset digital, naik lebih dari 10 persen dalam waktu kurang dari satu minggu saja.

Bitcoin saat ini tentunya telah merosot kembali. Dan, sementara jelas sang raksasa Wall Street bukan hendak meluncurkan “mata uang kripto nya sendiri” – yang diperkenalkan sebenarnya adalah sebuah jaringan pembarayan berbasis blockchain yang terjaga privasi nya, terkendali serta terjaga kepemilikannya, yang mana semuanya ini bertolak-belakang dari sebuah mata uang kripto yang “sesungguhnya” – yang diluncurkan JP Morgan, dengan kedok apa pun, dalam sektor yang terus berkembang namun penuh misteri ini tidak daCryptocurrency,pat diabaikan.

Jadi, apakah keterlibatan kelembagaan arus utama yang banyak dinanti-nantikan tersebut akhirnya tiba di sektor aset digital?

Menurut Oskar Fletcher, seorang mitra di perusahaan investasi All Blue Capital yang berbasis di London, jawabannya adalah ya, terlepas dari apa yang mungkin atau tidak direncanakan oleh JP Morgan.

All Blue Capital mengelola portofolio dana dan perusahaan dengan pendapatan gabungan lebih dari $15 miliar setiap tahunnya dan perusahaan tersebut menggambarkan dirinya sebagai perusahaan investasi Blockchain perintis dan terkemuka di dunia dan salah satu pemilik mata uang kripto terbesar.

Karena itu, Fletcher terus mengamati sisi kelembagaan pasar dan mengatakan bahwa faktor-faktor utama yang sejauh ini mencegah lembaga-lembaga keuangan besar tradisional memasuki sektor ini, sebagian besar telah diperbaiki.

“Sektor ini mengalami volatilitas ekstrim pada tahun 2018,” kata Fletcher kepada Asia Times, “karena industri ini dipenuhi dengan ekspektasi yang salah dalam implementasi infrastruktur kritis … pada akhirnya, ini menggabungkan dan melarang partisipasi kelembagaan.

Namun yang terpenting, Fletcher sekarang mengatakan masalah inti – yaitu regulasi, penyimpanan yang diasuransikan dan aman, dan volatilitas harga – sedang dipecahkan dan menambahkan bahwa lembaga-lembaga tersebut juga akan mencatat bagaimana tulang punggung teknologi dalam sektor ini (industri blockchain yang lebih luas) membuat kemajuan nyata yang inovatif pada tahun 2018.

Fletcher mengutip fakta bahwa lembaga-lembaga seperti IBM, American Express dan bahkan NASA telah mulai menerapkan blockchain ke dalam operasi mereka sebagai sinyal yang jelas kepada pasar bahwa teknologi tersebut sekarang siap untuk diadopsi secara massal.

Sebagai kombinasi, faktor-faktor ini sekarang akan memungkinkan untuk masuk pasar institusi dan,Fletcher menegaskan, akan membawa “pembeli skala besar yang disertai dengan neraca yang mendalam.” Dan ini, kata Fletcher, akan menjadi pendorong harga utama bagi pasar.

“Kami berpikir bahwa semakin banyak infrastruktur ini berkembang maka nilai salah satu aset utamanya, Bitcoin, pasti akan tumbuh.”

Ini adalah pandangan yang didukung oleh Arthur Breitman, salah satu pendiri jaringan blockchain Tezos.

Bitcoin, kata Breitman, memiliki nilai hanya dengan statusnya sebagai “yang pertama.” Ini memberinya pengakuan merek yang kuat dan, yang kemudian memberinya ketahanan. “Ketika orang memikirkan ruang ini, kebanyakan orang masih memikirkan Bitcoin. Itu merupakan standar. Dan ini membuatnya paling Tangguh,” demikian ungkapnya.

Breitman sangatlah mengetahui tentang ketahanan. Selama tiga tahun terakhir Breitman, bersama dengan istrinya yang juga merupakan salah satu pendiri Tezos, Kathleen, telah berseteru dengan pengatur keuangan Amerika Serika, SEC, terkait lebih dari dana sebesar $230 juta yang dikumpulkan oleh Yayasan Tezos pada saat peluncuran dan juga telah melalui pertempuran sengit dalam perebutan kendali perusahaan dengan seorang mantan mitra asal Swiss yang dipekerjakan Breitman untuk mengelola jaringan mereka. Mereka terbilang cukup berhasil dalam negosiasi kedua masalah tersebut. “Tapi ini tahun yang sulit,” Arthur Breitman memberi tahu Asia Times.

Bitcoin, pikir Breitman, akan tetap dominan di sektor aset digital, setidaknya untuk beberapa tahun ke depan.

“Jika anda merupakan sebuah media pertukaran keuangan, ada alasan kuat bagi orang untuk menggunakan anda.” Posisi pasar Bitcoin saat ini memberikan hal tersebut. Kelemahan Bitcoin, kata Breitman, adalah bahwa Bitcoin tidak akan mendapat manfaat dari penelitian baru mana pun yang mengubah sektor ini.

“Masalah untuk Bitcoin adalah bahwa ini sekarang merupakan ruang yang bergerak cepat dan ada banyak inovasi menarik yang muncul. Bitcoin, karena algoritmanya tetap, tidak dapat memanfaatkan inovasi tersebut. ”

Menurut Breitman, “Dalam 10 tahun ke depan, akan ada konsolidasi inovasi pasar yang signifikan … dan pasar akan didominasi oleh kurang dari lima platform.” Dia menambahkan bahwa blockchain akan menemukan penggunaan intinya dalam keuangan tetapi adopsi arus utama yang nyata akan lambat.

Tentu saja ada banyak komentator dari arus utama keuangan yang tidak mencerminkan pandangan positif jangka panjang ini. Mungkin yang paling terkenal di antara ini, milyarder Warren Buffett, sekali lagi mencela mata uang kripto pada akhir Februari. Dia mengatakan kepada CNBC bahwa dia merasa teknologi blockchain memiliki beberapa “kepentingan”, namun Bitcoin, katanya, tetap “khayalan, pada dasarnya” tanpa “nilai unik.”

Kata-katanya ini bukanlah kejutan yang nyata – investor veteran tersebut telah secara konsisten merendahkan mata uang krip dan tahun lalu dia mengatakan bahwa seluruh mata uang kripto ini “hampir pasti akan berakhir buruk” – tetapi pandangannya cukup mencerminkan sentimen negatif yang lebih luas dari perusahaan-perusahaan keuangan arus utama terhadap mata uang kripto. Namun, ada banyak dari dalam sektor tersebut yang meyakini bahwa sudut pandang ini – blockchain baik, kripto buruk – gagal memahami teknologi yang menopang sektor itu.

Lennix Lai, Direktur Pasar Keuangan dari OKEx, yang merupakan pasar keuangan terbesar di dunia berdasarkan volume pertukaran mata uang kripto, mengatakan fokus blockchain akan tetap di bidang keuangan dan dia percaya lembaga-lembaga akan mulai semakin memahami kemungkinan biaya dan manfaat kecepatan yang dapat datang dengan aplikasinya, terutama dengan transaksi lintas-batas.

Lai mengatakan pertukaran OKEx, yang didirikan di Hong Kong tetapi pindah ke pulau Malta di Mediterania tahun lalu, percaya bahwa lompatan inovasi besar berikutnya dalam platform keuangan berbasis blockchain akan datang dari apa yang digambarkan Lai sebagai “kliring dan pemukiman terdesentralisasi.”

Ini, kata Lai, akan menjadi “pengubah permainan bagi pasar modal global.”

Karena potensi perubahan pasar yang mendasar pada sektor ini, Oskar Fletcher dari AB Capital percaya bahwa harga mata uang kripto utama akan tampil lebih dari stabil dan pulih selama 2019.

“Pada akhir tahun,” kata Fletcher, “kami memperkirakan bahwa Bitcoin dan Ethereum akan secara kasar mengungguli ekuitas global dan keduanya akan memulai berjalan dalam jangka panjang.” Fletcher mengatakan dia berpikir Bitcoin kemungkinan akan mencapai $7.800 pada awal 2020.

“Tentu saja ada faktor risiko eksternal yang dapat mempengaruhi pasar,” lanjut Fletcher. “Perang dagang yang meningkat dengan Tiongkok, pemakzulan presiden atau perang di Iran atau Korea Utara, tetapi ada juga argument yang mengatakan bahwa hal-hal ini dapat menjadi sesuatu yang bersifat positif untuk Bitcoin, yang dapat bertindak sebagai penyimpan nilai yang mirip dengan emas.”

“Bitcoin baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke 10 pada bulan Januari,” simpul Fletcher, “dan butuh waktu untuk perubahan tektonik dalam perilaku dan teknologi, tetapi ini memang sedang terjadi … dalam kehancuran Dot-com pada tahun 2000, beberapa perusahaan besar, seperti Qualcomm dan Cisco, kehilangan lebih dari 85% dari nilainya, tetapi konsolidasi yang mengikutinya akhirnya menyaksikan banyak yang lainnya juga kemudian berkembang. Sebagai contoh, Amazon berubah dari hampir $100 ke level terendah $5 dan sekarang diperdagangkan lebih dari $1.600.” Dan untuk aset digital? Waktu, seperti biasa, akan memberi tahu.

Original: Blockchain defies critics, enters mainstream