Aktivis pelestari alam telah memperingatkan pihak berwenang di Indonesia akan ancaman terhadap kelangsungan hidup hewan komodo apabila pemerintah mendorong rencana mereka untuk menarik sebanyak 500.000 wisatawan ke daerah yang dilindungi tersebut pada tahun 2019, yang mana merupakan dua kali lebih banyak dari jumlah pengunjung tahun lalu.

Taman Nasional Komodo dan kota gerbang ke taman nasional tersebut, Labuan Bajo, yang terletak di provinsi Nusa Tenggara Timur, telah terdaftar sebagai salah satu pusat pertumbuhan pariwisata di Indonesia dan satu dari “10 Bali baru” yang dicanangkan oleh pemerintah belum lama ini agar Indonesia dapat mencapai target 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019 – peningkatan sebanyak lima juta dari jumlah wisatawan asing yang mengunjungi Indonesia pada tahun 2018.

Mencakup sebanyak 29 pulau, taman nasional ini telah dinyatakan sebagai salah satu “Situs Warisan Dunia” oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) karena merupakan satu-satunya tempat di dunia dimana hewan komodo ditemukan di alam bebas. Menurut laporan yang ada, dipercayai ada sekitar 5.500 komodo yang tersebar di penjuru taman nasional itu.

Namun para penjaga taman mengatakan bahwa saat ini saja sudah terlalu banyak pengunjung, dengan kapal-kapal pesiar yang membawa antara 500-1.200 pengunjung setiap kalinya. Salah seorang penjaga tersebut berkata apabila lebih banyak lagi kapal yang datang, para wisatawan tidak akan dapat melihat apapun karena komodo-komodo tersebut akan menjadi takut dan bersembunyi apabila ada terlalu banyak orang disekeliling taman nasional itu.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan tahun lalu oleh WWF for Nature (atau Dana Dunia untuk Alam), taman nasional tersebut dapat secara aman menangani sekitar 150.000 penyelam dan 170.000 pengunjung di darat setiap tahunnya apabila dikelola dengan benar.

Petugas departemen pariwisata setempat juga mewaspadai peningkatan pengunjung secara tiba-tiba, memperingatkan bahwa hewan komodo akan pindah ke tempat lain jika habitat alam liar mereka rusak.

Original: Tourist push may hurt dragons, rangers warn