Seorang pekerja rumah tangga asal Indonesia berusia 38 tahun dijatuhi hukuman penjara selama empat minggu setelah dia mengaku bersalah telah menampar seorang wanita Singapura berusia 88 tahun yang menderita demensia dan yang dalam sebuah insiden pada Agustus lalu menolak makan dan memuntahkan keluar makanan di mulutnya.

Terdakwa yang bernama Tarminah, baru-baru saja dipekerjakan oleh Quah Cheng Yip untuk merawat ibu nya, Sim Hong Kim, yang telah lanjut usia dan berada di kursi roda, di rumah yang terletak di Jurong West, Shin Min Daily News melaporkan.

Quah menyaksikan pemukulan yang dimaksud pada sekitar pukul 12:40 siang pada 7 Agustus lalu, melalui aplikasi di telepon genggamnya yang terhubungkan dengan sebuah kamera CCTV yang dia pasang di apartemen sang ibu.

Ketika pekerja tersebut memberi makan Sim, wanita lansia tersebut menolak untuk terus makan dan dia memuntahkan sebagian dari makanan yang ada dalam mulutnya. Mengingat salah satu tugasnya adalah memastikan wanita itu menghabiskan makanan nya, Tarminah dikatakan frustrasi atas ketidaktaatan korban.

Pekerja itu menampar sang wanita lansia pada bagian kanan wajah nya sebanyak dua kali dan sekali lagi pada bagian kiri wajah korban, sementara pekerja tersebut membersihkan mulut korban.

Terdakwa juga terlihat menjewer telinga kanan korban sebanyak dua kali dan hanya berhenti ketika Sim mendorong tangan terdakwa.

Quah melaporkan kasus tersebut pada tanggal 20 Agustus, dan tiga hari kemudian ibunya dibawa ke Rumah Sakit Umum Ng Teng Fong, dimana lengan kiri sang ibu ditemukan berada dalam keadaan memar.

Pada saat terjadinya pemukulan terhadap Sim, Tarminah baru bekerja empat bulan pada keluarga korban. Terdakwa dilaporkan menyesali perbuatannya dan dia telah meminta maaf kepada keluarga tersebut, yang mengatakan bahwa mereka pun telah memaafkannya.

Original: Caregiver jailed for slapping elderly woman