Seorang wanita Indonesia yang menyebut dirinya Tina memberitahukan kepada sebuah surat kabar Singapura bagaimana dia dan pekerja migran Indonesia lainnya memasuki Singapura dengan berpura-pura hendak mengunjungi kasino.

Tina telah sering keluar masuk Singapura dan setiap kalinya dia pun berbohong kepada petugas imigrasi dengan mengatakan bahwa dia hendak mencoba keberuntungannya di kasino Marina Bay Sands.

Sekali dia diberikan ijin berkunjung selama 23 hari, Tina biasanya segera bergegas ke kasino yang dimaksud untuk menscan paspor nya sebagai bukti benar telah mengunjungi kasino tersebut.

Dia tahu bahwa memasuki Singapura dengan ijin berkunjung untuk kemudian bekerja adalah salah, namun dia berkata tidak memiliki pilihan lain karena tidak ada pekerjaan yang tersedia baginya di kampung halamannya.

PMI ilegal bisa mendapatkan bayaran 8-10 SGD per jam nya sebagai pekerja bangunan, pelayan restoran atau pekerja rumah tangga. Banyak diantara mereka berbaris setiap paginya di Jl. Kampong Kapor, yang dikenal sebagai India Kecil, untuk mendapatkan majikan yang mau memilih mereka untuk bekerja khusus untuk hari itu.

Tina sendiri biasanya menghasilkan sebanyak 1.330 SGD untuk setiap kalinya dia mengunjungi Singapura, setidaknya 10 kali lipat dari apa yang dapat dihasilkannya di tempat asalnya di Batam.

Dari Senin sampai Jumat dia bekerja sebagai PRT dan di akhir pekan dia mencuci piring di acara-acara pernikahan.

Untuk menghemat dia pun tidur di jalan. Sementara itu, Kementerian Tenaga Kerja Singapura sedang memeriksa aktivitas perekrutan ilegal yang diduga terjadi di Jl. Kampong Kapor tersebut.

Antara 2016 dan 2018, ada lebih dari 900 pengunjung asing yang memasuki Singapura dengan visa turis yang tertangkap bekerja secara ilegal disana, sementara 550 majikan dihukum karena mempekerjakan pekerja ilegal.

Original: Indonesian illegals pose as casino visitors