Lebih dari 100 petugas dari Badan Imigrasi Nasional Taiwan menggerebek sebuah pasar unggas yang terdiri dari lima lantai di Taiwan pada Selasa dini hari dalam upaya badan tersebut menjaring sejumlah pekerja migran ilegal yang bekerja di pasar itu.

Setelah menerima beberapa keluhan dari warga setempat, Badan Nasional Imigrasi pun melakukan investigasi selama beberapa bulan belakangan ini, sebelum akhirnya melakukan penggerebekan yang berhasil menjaring sebanyak 13 pria dan sembilan wanita yang diduga bekerja secara ilegal di Pasar Grosir Unggas Kota Taipei di Wilayah Wanhua, China Times melaporkan.

Karena tempat tersebut memiliki beberapa pintu keluar-masuk, petugas imigrasi yang disertai juga oleh petugas kepolisian militer pun mengepung komplek tersebut sebelum penggerebekan dimulai untuk memastikan penjagaan di setiap pintu yang ada di pasar tersebut.

Pada lantai dua, mereka menangkap sebanyak 19 warga negara Vietnam dan tiga pekerja migran Indonesia, dimana 18 orang diantaranya merupakan pekerja migran yang melarikan diri dari pekerjaan mereka yang sebenarnya, sementara empat orang lainnya sudah overstay di Taiwan. Pada saat dilakukan penggerebekan, para pekerja ilegal ini sedang menyembelih unggas di tempat kerja yang dilaporkan berbau busuk dan penuh kotoran, bulu dan darah hewan.

Pemeriksaan awal menemukan bahwa setiap pekerja digaji NT$24.000 (US$779) per bulannya, tidak termasuk dengan tunjangan tempat tinggal. Mereka hanya dapat menghasilkan gaji penuh apabila mereka bekerja setiap harinya dalam sebulan.

Para pekerja migran yang sekarang ditahan di Pusat Penahanan Imigrasi Yilan didapati telah diperintahkan untuk tidak memberikan informasi apapun mengenai majikan mereka atau agensi tenaga kerja yang menangani mereka, dan pihak berwenang pun meyakini bahwa mereka tampaknya akan melakukan beberapa penangkapan tambahan terkait pemeriksaan kasus tersebut.

Original: Illegals arrested at Taipei poultry market