Puluhan orang di Sulawesi Utara terkubur dan terjebak dalam sebuah tambang emas ilegal ketika tambang tersebut runtuh pada hari Selasa. Seorang petugas dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana bernama Abdul Muin Paputungan berkata setidaknya tiga orang telah tewas dalam peristiwa yang terjadi pada pukul 9 malam tanggal 26 Februari di desa Bakan tersebut, CNN melaporkan.

Paputungan memberitahukan kepada media bahwa dua dari tiga korban yang tewas, meninggal karena kejatuhan batu-batu besar. Dia menambahkan diperkirakan ada 43 pekerja tambang yang masih terperangkap dan teriakan mereka meminta pertolongan dari dalam tambang yang runtuh tersebut dapat terdengar dengan jelas.

Namun, petugas tidak dapat bergerak cepat mengingat tanah di daerah tersebut rentan dan memungkinkan terjadinya runtuhan lanjutan, yang dapat menjadi fatal bagi orang-orang yang masih terperangkap.

Sampai saat ini, baru 14 orang yang telah diselamatkan. Regu penyelamat dan para sukarelawan kabarnya bekerja hanya dengan tangan mereka karena peralatan berat tidak dapat dibawa ke lokasi yang terpencil tersebut.

Paputungan menjelaskan bahwa penyangga dari pintu masuk tambang itu rusak dan menyebabkan runtuhnya tambang itu. Dia menambahkan bahwa daerah tersebut dipenuhi dengan terowongan dan poros tambang ilegal.

Petugas berwenang menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak termasuk bencana alam karena disebabkan oleh aktivitas manusia, sementara juga menekankan bahwa badan-badan pemerintah setempat dan pemda harus melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam memberikan peringatan kepada masyarakat umum mengenai bahaya dari pertambangan ilegal.

Original: At least three dead in illegal gold mine collapse