Seekor buaya yang tertangkap dan dimatikan di Sarawak, Malaysia diduga bertanggung-jawab atas hilangnya seorang pekerja migran Indonesia, setelah pemeriksaan menemukan sisa-sisa mayat manusia dalam perut hewan tersebut.

Pada 17 Maret, warga di Bitangor menangkap dan mematikan buaya sepanjang 4,2 meter tersebut di tepi Sungai Stubah, China Press melaporkan.

Petugas dari Perusahaan Kehutanan Sarawak serta Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tanjung Manis kemudian mengambil bangkai buaya tersebut.

Beberapa bagian tubuh manusia yang didapati dalam perut buaya itu akan dikirim untuk melalui pemeriksaan DNA, demikian ungkap Zolkipli Mohamad Aton, yang merupakan pejabat eksekutif tertinggi dari Perusahaan Kehutanan Sarawak.

Sebelumnya, sebuah regu dari Swift Wildlife Action Team telah dikirim ke daerah penemuan buaya tersebut untuk melakukan pencarian setelah dikabarkan adanya seorang pekerja perkebunan yang hilang pada 9 Maret lalu.

Pada pukul 4 sore hari itu, sementara seorang pekerja Indonesia bernama Yosep Tefa sedang mandi di sungai bersama dengan beberapa orang teman, dia dikabarkan telah diserang dan diseret seekor buaya.

Perusahaan Kehutanan Sarawak juga mengingatkan kepada masyarakat umum untuk tidak mencoba menyelesaikan sendiri masalah tersebut karena dapat sangat membahayakan diri mereka. Anggota masyarakat yang melihat buaya di daerah mereka perlu memberitahukan kepada cabang terdekat dari perusahaan yang dimaksud atau kantor Departemen Kehutanan Sarawak terdekat.

Original: Culled crocodile had human remains in stomach