Sebanyak 10 orang yang diduga membajak dua buah truk tangki kepunyaan sebuah perusahaan energi milik negara, telah ditahan dan sedang diinterogasi.

Kedua truk yang dimaksud dibawa ke sebuah kegiatan demo yang dilakukan oleh para pekerja PT Pertamina sebagai bentuk protes karena telah diberhentikan oleh perusahaan negara tersebut, The Jakarta Post melaporkan. Ke-10 tersangka diketahui kemudian sebagai anggota dari Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SPAMT).

Pihak berwenang menerima kritik pedas dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) atas penahanan para anggota serikat tersebut, dan beberapa klaim mengatakan bahwa polisi menghalangi pengacara LBH yang mewakili para pekerja itu.

LBH mengeluarkan sebuah pernyataan pada 19 Maret yang menyatakan bahwa petugas kepolisian mengunjungi kantor serikat yang dimaksud di Plumpang, Jakarta Utara pada 18 Maret. Setelah mengklaim bahwa petugas akan membantu para pekerja untuk menyelesaikan masalah mereka, kepala serikat yang bernama Wuryatmo serta sembilan anggota lainnya malah dibawa ke Mabes Polres Jakarta Utara.

Sejak saat itu, ke-10 orang tersebut belum diijinkan bertemu dengan pengacara mereka padahal mereka memiliki hak perwakilan hukum.

Seorang anggota dewan SPAMT bernama Aris Wiyono mengakui bahwa beberapa pelaku protes telah mengambil alih dua truk tangki pada 18 Maret pagi, namun dia membantahnya sebagai tindakan yang telah direncanakan. Dia mengklaim bahwa hal tersebut dilakukan untuk menarik perhatian Presiden RI Joko Widodo.

Original: Jakarta tanker hijacking suspects detained