Sebuah pengadilan di Sulawesi Selatan telah menjatuhi hukuman 18 bulan penjara kepada seorang wanita setelah dia ditemukan bersalah telah mengurung ketiga orang anak adopsi nya.

Rika Mona Pandegirot, hakim yang memimpin persidangan kasus tersebut di Pengadilan Negeri Makassar, berkata bahwa terdakwa, Meilania Ritali Dasilva, telah melanggar UU Perlindungan Anak, The Jakarta Post melaporkan.

Hakim tersebut berkata pada hari Senin bahwa Dasilva bersalah atas kelalaian dan pelecehan anak. Selain itu, Pendegirot juga memerintahkan agar terdakwa membayar denda sebesar 50 juta rupiah atau ditambahkan masa tahanannya sebanyak dua bulan.

Jaksa penuntut umum sebelumnya menuntut hukuman penjara selama dua tahun namun pengadilan menjatuhkan hukuman yang lebih ringan.

Dasilva, yang mewakili dirinya sendiri tanpa seorang pengacara, memohon waktu untuk mempertimbangkan apakah dia hendak mengajukan banding atas putusan tersebut, sementara seorang jaksa bernama Rustiani berkata bahwa pihaknya akan mengajukan banding untuk hukuman yang lebih berat.

Pada September lalu, Dasilva ditemukan telah mengurung tiga orang anak yang ada dalam rawatannya – yang terkecil berusia tiga tahun – selama beberapa tahun. Anak-anak tersebut berhasil membebaskan diri dari rumah yang bersangkutan setelah mereka membuka gembok dengan sebatang besi.

Kasus tersebut diliput secara luas oleh media di Indonesia. Menurut Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Makassar, anak-anak tersebut dianiaya secara brutal dan oleh karena itu mereka juga menderita masalah psikologis.

Original: Woman jailed for locking children up for years