Seorang majikan Singapura berusia 61 tahun sedang menggalang dana untuk membantu membayar biaya pengobatan pekerja rumah tangganya yang berusia 37 tahun dan berasal dari Indonesia, yang terkena stroke di awal bulan ini dan saat ini telah dirawat di rumah sakit selama tiga minggu dengan biaya rumah sakit yang harus dibayar sudah mencapai jumlah S$60.300 (US$44.475).

Majikan pria bermarga Saw tersebut merupakan seorang pensiunan dan cemas karena asuransi yang dibeli nya untuk sang pekerja hanya bisa menutupi biaya pengobatan sebesar S$15.000 per tahun nya, sementara biaya rumah sakit pekerja rumah tangga nya yang bernama Ani Sumarni itu sudah mencapai empat kali lipat nya, Shin Min Daily News melaporkan.

Pada 1 April Sumarni merasa tidak enak badan dan sakit kepala yang berkelebihan. Dia pun minum obat sakit kepala, melakukan beberapa pekerjaan rumah sebelum kemudian pergi ke kamar nya untuk beristirahat. Pada telat malam nya, sang majikan menjadi cemas karena mendapati sang pekerja tidak sadarkan diri diatas tempat tidur nya.

Pria lansia itu pun memanggil ambulans dan pekera itu segera dilarikan ke Rumah Sakit Tan Tock Seng, dimana dia didiagnosa terkena stroke iskemik yang disebabkan oleh penyumbatan cabang pembuluh darah di otak. Setelah menjalani dua kali operasi pada otak dan 10 hari dirawat di ruang gawat darurat, pekerja tersebut sekarang berada dalam kondisi stabil namun hanya dapat mengedipkan matanya dan mengucapkan beberapa patah kata saja.

Saw tidak mau memulangkan sang pekerja ke Indonesia ditengah-tengah pengobatan tetapi dia juga tidak yakin dapat membayar biaya tagihan rumah sakit. Dia pun meminta bantuan secara online untuk mendapatkan donasi dari masyarakat luas dan berhasil mengumpulkan bantuan dana sebesar S$45.000 dalam tiga hari. Dia berterima kasih kepada semua orang yang membantunya dan berharap dia akan mendapatkan dana yang cukup untuk membayar seluruh biaya pengobatan Sumarni sampai sang pekerja sembuh.

Original: Singapore employer raises funds for sick Indonesian worker