Pemerintah Myanmar telah membatalkan larangan pengiriman perempuan dari negara mereka ke luar negeri untuk bekerja di Singapura, Hong Kong, Makau dan Thailand setelah pembatasan diberlakukan pada tahun 2014 karena kekhawatiran terjadinya pelecehan tenaga kerja.

U Peter Nyunt Maung, presiden Federasi Agensi Tenaga Kerja Luar Negeri Myanmar, berkata bahwa pemerintah Myanmar pertama-tama akan mengirim pekerja rumah tangga ke Singapura dalam sebuah proyek percobaan, kemudian mereka akan mengijinkan para pekerja Myanmar tersebut untuk pergi bekerja di tiga tempat lainnya – Hong Kong, Makau dan Thailand, Myanmar Times melaporkan.

Dia berkata bahwa kebijakan tersebut dapat membantu pemerintah untuk memantau sektor yang bersangkutan dengan lebih baik lagi mengingat bagaimana para pekerja rumah tangga asal Myanmar terus pergi bekerja di luar negeri sekalipun telah dikeluarkan larangan akan hal tersebut.

“Selama larangan [diberlalukan oleh pemerintah], para pekerja rumah tangga pergi ke luar negeri secara ilegal. Membuat hal tersebut legal akan mempermudah pengontrolan,” U Peter Nyunt Maung berkata.

Myanmar melarang warga negara nya bekerja di luar negeri pada tahun 2014 karena kecemasan terkait pekerja rumah tangga yang dilecehkan dan dianiaya, serta terjebak dalam situasi perbudakan di negara-negara seperti Thailand, Malaysia dan lainnya.

Kementerian Tenaga Kerja Myanmar dan federasi yang dimaksud akan melakukan pertemuan untuk menandatangani sebuah kontrak dengan sejumlah agensi-agensi penempatan tenaga kerja di Singapura, sebagai bentuk usaha untuk melindungi warga negara Myanmar yang pergi bekerja disana sebagai pekerja rumah tangga.

Sementara itu, pemerintah Hong Kong sedang mempelajari pengaturan mengenai perekrutan tenaga kerja dari Myanmar dan Kamboja semenjak 2017 untuk memenuhi permintaan akan pekerja rumah tangga yang semakin meningkat, khususnya untuk merawat populasi di kota tersebut yang juga semakin menua.

Teresa Liu Tsui-lan, direktur utama dari Technic Employment Service Centre Ltd., berkata bahwa perincian tentang perekrutan pekerja Myanmar akan diumumkan pada bulan Mei, situs berita HK01.com melaporkan.

Liu percaya bahwa para majikan lokal di Hong Kong akan menyambut sumber baru untuk tenaga kerja di kota tersebut karena ketersediaan pekerja rumah tangga di Hong Kong sudah tidak memadai dalam beberapa waktu belakangan ini. Dia menambahkan agensi-agensi tenaga kerja dapat menyediakan pelatihan, termasuk dengan mengajarkan bahasa Kanton, kepada para pekerja asal Myanmar.

Namun Kepala Asosiasi Majikan Hong Kong dengan Pekerja Rumah Tangga Asing, Betty Yung Ma Shan-yee, menyuarakan kecemasannya atas hambatan bahasa.

Original: Myanmar to lift ban on maids who work abroad