Seorang peternak unggas di Tainan, Taiwan dijatuhi hukuman dua bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Tainan setelah dia tertangkap mempekerjakan pekerja migran Indonesia secara ilegal untuk kedua kali nya pada April 2018 lalu.

Menurut Departemen Tenaga Kerja Pemerintah Kota Tainan, pria bermarga Yen pemilik sebuah peternakan ayam tersebut sudah pernah dikenakan denda yang tinggi pada bulan Maret 2018 karena mempekerjakan WNI secara ilegal, dimana pelanggaran tersebut ditemukan dalam dua penggerebekan yang dilakukan pihak berwenang di bulan Agustus dan September 2017, China Daily News melaporkan.

Sekalipun telah mendenda terdakwa, pihak berwenang kembali menerima keluhan mengenai Yen yang diduga menggunakan pekerja migran gelap dengan menawarkan kepada mereka makanan dan tempat tinggal, yang akhirnya membuat pihak berwenang dari Departemen Tenaga Kerja dan Departemen Imigrasi kembali melakukan penggerebekan.

Dalam sebuah penggerebekan yang dilakukan pada 12 April 2018, sebanyak 10 pria dan wanita Indonesia ditangkap karena kedapatan bekerja di peternakan Yen tanpa surat ijin kerja yang sah dan semuanya ternyata merupakan pekerja yang lari dari majikan sebelumnya.

Sang peternak Taiwan pun akhirnya dijatuhi hukuman penjara selama dua bulan, yang dapat diganti dengan membayar denda, sementara ke-10 PMI ilegal yang dimaksud saat ini sedang menunggu untuk dipulangkan ke Indonesia.

Original: Taiwan farmer jailed for hiring illegals