Sebanyak 64 warga negara Indonesia yang telah tinggal di Taiwan secara ilegal ditangkap polisi dan petugas imigrasi dalam dua penggerebekan yang dilakukan pada Minggu malam dan Senin dini hari.

Beberapa diantara para pekerja gelap ini didapati telah melanggar ketentuan ijin tinggal mereka dengan melarikan diri dari majikan mereka yang sebenarnya atau telah tinggal di negara tersebut melampaui batas waktu ijin tinggal yang diberikan.

Setelah dilakukan investigasi dan observasi selama beberapa bulan, sebuah tempat yang berlokasi di Gang 48, Jl. Zhongzheng, Wilayah Taoyuan ditemukan ramai pekerja migran – baik yang memiliki atau tidak memiliki ijin tinggal yang sah – yang semuanya didapati sering menikmati akhir pekan mereka dengan berhura-hura, termasuk dengan berdansa dan mengkonsumi narkoba, China Times melaporkan.

Beberapa penggerebekan sebelumnya tidak berakhir dengan penangkapan apapun karena para imigran gelap tersebut telah diberitahu mengenai adanya penggerebekan.

Pihak berwajib pun akhirnya memutuskan untuk menjalankan dua penggerebekan secara berurutan, dengan polisi dari wilayah Taoyuan dan Dasi lah yang pertama mendatangi lokasi penggerebekan pada telat malam tanggal 14 April, sementara pihak berwajib terus memonitor para pengunjung pesta pora yang dimaksud melalui siaran live di Facebook yang dilakukan oleh para pengunjung pesta sendiri, yang biasanya menjadi tanda bahwa tidak ada polisi.

Pada 15 April pukul 2 pagi, petugas imigrasi dari Taoyuan, bersama-sama dengan petugas kepolisian Taoyuan dan Dasi, kembali menggerebek tempat itu untuk kedua kalinya, dimana lebih dari 500 WNI ditemukan. Mereka pun menangkap 64 imigran gelap asal Indonesia, yang terdiri dari 52 wanita dan 12 pria.

Sementara 56 diantara mereka merupakan pekerja migran yang melarikan diri dari majikan mereka yang sebenarnya, delapan orang lainnya didapati telah berada di negara tersebut melampui batas waktu ijin tinggal mereka. Semua yang ditangkap pun dibawa ke sebuah pusat penahanan imigrasi, dimana mereka menunggu untuk dipulangkan ke Indonesia.

Original: Illegal Indonesians arrested in Taiwan raids