Pihak berwenang di Jawa Timur telah menangkap seorang oknum polisi yang diduga terlibat dalam penebangan liar.

Sumi Andra, kepala unit kejahatan dari Kepolisian Trenggalek, berkata bahwa oknum polisi yang dimaksud – yang diidentifikasi hanya sebagai Brigjen ‘S’ – ditetapkan sebagai tersangka setelah melalui proses hukum, The Jakarta Post melaporkan.

Tersangka ‘S’ diduga terlibat dalam pencurian kayu sonokeling melalui penebangan liar yang dilakukan di sebuah jalan milik pemerintah di Kabupaten Tulungagung.

Andra menjelaskan bahwa ‘S’ dilaporkan telah membantu penebangan liar yang dimaksud dengan berlaku sebagai seorang petugas keamanan ketika pohon-pohon sonokeling tersebut sedang ditebang.

Sebanyak 89 pohon sonokeling dicuri, dengan jumlah nilai keseluruhan sebesar 2 milyar rupiah dan ‘S’ juga menerima bayaran untuk bagian yang dilakukannya dalam operasi ilegal tersebut.

Kepala Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup Mangkubumi di Tulungagung, M. Ichwan Mustofa, berkata beberapa pejabat pemerintah telah menyetujui untuk membentuk sebuah tim gabungan yang akan menginvestigasi kasus-kasus pencurian pohon sonokeling.

Dalam beberapa kasus, para tersangka didapati memalsukan ijin memotong cabang pohon yang terlalu panjang, lalu mereka juga malahan menebang seluruh pohon.

Sejumlah saksi mata yang melihat penebangan-penebangan liar yang dimaksud berkata bahwa mereka sempat melihat beberapa orang yang mengenakan seragam seperti petugas kepolisian, yang berdiri layaknya penjaga keamanan sementara para pencuri kayu menebang pohon-pohon itu.

Pohon sonokeling, yang di luar negeri dikenal sebagai pohon rosewood dan banyak ditemukan di hutan-hutan di pulau Jawa, merupakan jenis pohon yang terancam punah dan, oleh karenanya, kayu sonokeling memiliki nilai jual-beli yang sangat tinggi. Pada tahun 2014, nilai kayu sonokeling di dataran Tiongkok dilaporkan lebih dari US$17.000 per ton nya.

Original: Top cop arrested for links to illegal loggers