Seorang pria Indonesia yang mendapatkan pekerjaan baru dari sebuah agensi tenaga kerja, lima hari sebelum kontrak kerjanya di Taoyuan, Taiwan selesai, akhirnya menemukan bahwa dia telah ditipu. Bukan saja pekerjaan yang telah dia bayar merupakan pekerjaan ilegal, status nya sebagai pekerja migran di Taiwan juga telah dibatalkan setelah majikan sebelumnya melaporkan dia telah lari.

Organisasi Migrants Empowerment Network in Taiwan (MENT) pun melakukan sebuah protes dan mengadakan sebuah pertemuan dengan media pada 22 April, mengkritik Kementerian Tenaga Kerja karena tidak menyediakan layanan-layanan ketenagakerjaan yang memadai sehingga menyebabkan banyak pekerja migran yang menjadi korban agen-agen tenaga kerja swasta, yang mengenakan biaya agen yang tinggi dan menawarkan berbagai jenis pekerjaan ilegal, China Daily News melaporkan.

Korban yang dimaksud pun turut menghadiri pertemuan dengan media tersebut dan dia menceritakan pengalamannya ditipu. Dia mencari bantuan dan membayar kepada seorang agen biaya sebesar NT$55.000 (US$1.777) karena dia sangat membutuhkan pekerjaan baru, mengingat kontrak kerja nya akan segera habis, yaitu pada tanggal 21 September 2018.

Agen tersebut kemudian mengarahkannya ke sebuah pabrik kayu di Changhua, yang mana membutuhkannya untuk segera menerima tawaran kerja yang dimaksud lima hari sebelum kontrak kerja dengan majikan sebelumnya selesai secara resmi.

Namun korban merasa curiga setelah dia mulai bekerja di pabrik tersebut karena seluruh teman kerja nya mengakui bahwa mereka merupakan pekerja migran yang lari dari majikan sebelumnya yang justru merupakan pekerjaan yang sah.

Korban pun menghubungi nomor telepon 1955, sebuah layanan konseling dan perlindungan bagi pekerja asing, dan dia kaget ketika mendapati bahwa status nya sebagai pekerja migran sah di negara tersebut ternyata telah dibatalkan dan dia telah menjadi pekerja migran buron yang lari dari majikan yang sah.

MENT pun mewakili korban dalam memohon bantuan dari Kementerian Tenaga Kerja untuk mengembalikan status resmi nya sebagai pekerja migran karena dia merupakan korban dari seorang agen yang tidak bertanggung jawab dan dia tidak memiliki niat untuk melarikan diri dari pekerjaan sebelumnya.

Kementerian Tenaga Kerja meresponi dengan mengatakan bahwa mereka masih sementara memeriksa kasus tersebut dan untuk itu, status sah pria tersebut tidak dapat dikembalikan sebelum pemeriksaan yang dimaksud selesai.

Sementara itu, pihak kementerian mengatakan bahwa mereka sedang membuat sebuah situs layanan ketenagakerjaan yang akan menyajikan pilihan sejumlah bahasa, yang kabarnya akan diluncurkan pada bulan Juni tahun ini. Situs ini dibuat untuk memfasilitasi perpindahan pekerjaan secara sah bagi para pekerja migran.

Original: Indonesian cheated, victimized as runaway