Seorang pekerja migran Indonesia yang sakit di Taiwan dan sempat dihentikan di sebuah konter karantina bandara, telah didiagnosa terkena penyakit Chikungunya. Perempuan tersebut merupakan kasus impor penyakit Chikungunya pertama di negara tersebut tahun ini.

Sang pekerja migran beserta sang suami, yang juga merupakan seorang WNI yang bekerja di Taiwan, pulang ke Indonesia untuk berliburan selama enam minggu pada 13 Maret lalu. Mereka sampai kembali di Bandara Internasional Taichung pada hari Minggu 28 April, China Daily News melaporkan dengan mengutip sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Pusat Penanganan Penyakit Taiwan (CDC) pada 1 Mei.

Sang istri segera dibawa untuk pemeriksaan karantina, dimana diketahui bahwa yang bersangkutan sempat terkena demam dan pilek dua hari sebelum kembali ke Taiwan, demikian ungkap wakil kepala CDC, Chuang Jen-hsiang.

Pemeriksaan lanjutan memastikan bahwa pasien tersebut terkena penyakit Chikungunya dan merupakan kasus impor karena virus yang dimaksud memiliki masa inkubasi selama tiga sampai tujuh hari, dan itu berarti perempuan yang dimaksud kemungkinan terjangkit pernyakit tersebut ketika di Indonesia.

Perempuan itu sekarang telah dikarantina sementara sang suami juga masih berada dalam pengamatan sampai 28 Mei.

Disebabkan oleh alphavirus, Chikungunya, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), disebarkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus betina, yang diketahui juga menjadi penyebar sejumlah virus lainnya, termasuk demam berdarah.

Pasien penyakit Chikungunya ditemukan memiliki demam yang seringkali disertai dengan nyeri sendi. Gejala lainnya termasuk sakit tulang, nyeri otot, pusing, mual, letih dan ruam.

Penyakit ini juga telah terdaftar di Taiwan semenjak Oktober 2007 sebagai salah satu penyakit yang dapat dilaporkan, dan semenjak itu pula negara pulau tersebut telah mencatat sebanyak 113 kasus yang dipastikan sebagai penyakit Cikungunya, dimana 90 persen diantaranya merupakan kasus impor dari beberapa negara di Asia Tenggara, khususnya Indonesia (59) dan Filipina (27).

Original: Indonesian diagnosed with Chikungunya fever